Platform game online terbesar di dunia, Roblox, kembali menjadi sorotan setelah CEO-nya terlibat adu argumen panas dengan sejumlah jurnalis ketika topik sensitif tentang keamanan anak kembali muncul. Meskipun Roblox dikenal sebagai ruang kreatif bagi jutaan pemain muda, kritik terhadap keamanan platform tersebut sudah lama menjadi isu yang tidak pernah benar-benar meredam.
Kejadian terbaru ini kembali membuka diskusi besar:
Seberapa aman sebenarnya Roblox bagi anak-anak?
Dan mengapa CEO-nya sampai bersitegang dengan reporter?
1. Tekanan yang Memuncak: Reporter Mendesak, CEO Tidak Terima
Dalam sebuah wawancara publik yang seharusnya berlangsung santai, diskusi berubah panas ketika beberapa reporter secara agresif menanyakan:
- Bagaimana Roblox menangani predator online?
- Mengapa masih ada laporan konten dewasa yang lolos moderasi?
- Apa langkah konkret untuk melindungi pemain di bawah umur?
CEO Roblox—yang biasanya tenang dan diplomatis—kali ini terlihat frustrasi. Ia menilai pertanyaan yang dilontarkan terlalu menyudutkan dan tidak mencerminkan upaya besar yang sudah dilakukan perusahaan.
Ketegangan meningkat ketika salah satu reporter menyebut Roblox “tempat berbahaya bagi anak-anak jika moderasi tidak berubah drastis”. Di sinilah sang CEO terlihat mulai defensif.
2. Pernyataan CEO: “Kami Bukan Platform Bebas Risiko, Tapi Kami Paling Proaktif”
Dalam pembelaannya, CEO Roblox menegaskan bahwa:
- Roblox sudah menginvestasikan jutaan dolar dalam AI moderasi.
- Tim safety mereka bekerja 24/7.
- Fitur pemantauan orang tua terus diperbarui.
- Kebijakan keamanan Roblox lebih ketat dibanding banyak platform gaming lainnya.
Ia juga menekankan bahwa tidak ada platform sosial besar yang bisa menjamin keamanan 100%, terutama platform yang sebagian besar berisi konten buatan pengguna.
Namun jawaban ini tidak memuaskan reporter yang menginginkan angka, bukti, dan komitmen lebih spesifik.
3. Mengapa Roblox Selalu Jadi Target Kritik soal Keamanan Anak?
Ada beberapa alasan mengapa Roblox terus jadi sorotan:
a. Mayoritas Penggunanya Anak-Anak
70% lebih pemain Roblox berusia di bawah 18 tahun.
Artinya, risiko keamanan otomatis lebih tinggi.
b. Konten Dibuat oleh Pengguna
Dengan jutaan game dan pengalaman yang dibuat komunitas, moderasi menjadi tugas yang nyaris mustahil untuk diselesaikan secara sempurna.
c. Kasus Tersebar di Media Sosial
Beberapa insiden yang melibatkan:
- konten tidak pantas,
- interaksi predator,
- chat toxic,
cepat viral dan menimbulkan kesan bahwa Roblox tidak aman—meski sudah ada tindakan dari pihak platform.
4. Para Orang Tua Meminta Transparansi dan Solusi Nyata
Setiap kali kasus keamanan mencuat, suara para orang tua langsung menggema:
- “Berapa banyak laporan predator yang berhasil dicegah?”
- “Kenapa chat filtering kadang bocor?”
- “Mengapa game tertentu bisa diakses padahal jelas tidak cocok untuk anak?”
Mereka ingin data, bukan janji.
Dan inilah yang membuat reporter terus menekan CEO Roblox dalam sesi wawancara tersebut.
5. Ketegangan CEO-Reporter Mencerminkan Masalah Industri yang Lebih Besar
Perdebatan ini sebenarnya bukan hanya tentang Roblox.
Ini tentang dunia digital modern yang sulit dikendalikan.
Semua platform yang melibatkan anak—YouTube, TikTok, Fortnite, hingga Minecraft—menghadapi tantangan yang sama:
bagaimana menjaga ruang digital tetap aman sementara konten dibuat jutaan pengguna secara bebas.
Roblox hanya berada di garis depan karena platform ini sangat besar dan sangat populer.
6. Apa yang Dipertaruhkan? Masa Depan Keamanan di Platform Game Sosial
Dengan meningkatnya tekanan media dan regulator, Roblox dipaksa untuk:
- memperketat sistem moderasi,
- menambah transparansi,
- melaporkan angka keamanan secara berkala,
- memperluas kontrol orang tua,
- memperkuat identifikasi usia pengguna.
Keamanan anak bukan lagi sekadar fitur tambahan.
Ini sudah menjadi isu reputasi, isu bisnis, dan isu legal.
Kesimpulan: Ketegangan Ini Adalah Alarm untuk Industri Gaming
Pertengkaran verbal antara CEO Roblox dan reporter bukan sekadar drama media, tetapi refleksi dari tantangan yang jauh lebih besar:
Menjaga ruang digital yang aman bagi anak-anak adalah tanggung jawab besar—dan Roblox tidak bisa lagi hanya memberi janji.
Para orang tua ingin bukti, para pemain ingin pengalaman yang aman, dan media ingin jawaban transparan.
Perdebatan ini mungkin panas, tetapi bisa jadi titik balik bagi Roblox untuk benar-benar membuktikan komitmen mereka terhadap keamanan anak.
Baca Juga Tips dan Cara Membongkar Pola Pgsoft













